Sapi Bunting, Jaidar Senang Dapat Uang

Selasa 19/08/2020 23:16wib

Mediaindonesia.news.blog

Padang – Wanita paruh baya itu nampak senang. Lantaran baru saja menerima uang dari Wali Kota Padang. Wajahnya sumringah alang kepalang.

“Alhamdulilah, rancak bana,” katanya sambil menggengam lima lembar uang kertas berwarna merah.

Rabu (19/8/2020) itu, Jaidar mendapat uang insentif dari Pemerintah Kota Padang. Sapi betina miliknya telah melahirkan. Berkat itu, Jaidar mendapat uang sebesar Rp500 ribu dari Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.

Dinas Pertanian Kota Padang memiliki inovasi dalam melecut semangat peternak. Inovasi itu yakni Inovasi Sapi Bunting Duit yang telah dimulai sejak 2017 silam. Peternak yang mampu merawat sapi betina produktif dan menghasilkan, akan mendapat dana insentif.

Jaidar mengaku, sejak dirinya merawat sapi-sapi miliknya, tidak cukup banyak kendala yang didapati. Malahan, sapi miliknya diberi perhatian sama dengan sapi milik orang lain kebanyakan.

Beruntungnya lagi, sapi milik Jaidar tidak begitu aktif dan tidak liar. Karena Jaidar meraawatnya dengan kasih sayang. Apalagi dalam merawat sapi butuh ketelatenan dan kesabaran yang cukup tinggi. Jika sapi terlihat sangat aktif dan liar, biasanya cara merawatnya tidak dengan kasih sayang atau kelembutan.

“Uang ini untuk biaya anak sekolah,” kata Jaidar kepada Mahyeldi usai menerima uang tersebut.

Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengaku insentif yang diberikan adalah upaya untuk mendorong meningkatkan produksi daging di Padang. Sapi-sapi betina di Padang agar tetap terus terjaga. Tidak dipotong, kecuali mandul.

“Ini merupakan bentuk dorongan kepada masyarakat, sehingga termotivasi untuk memelihara sapi betina dan merawat kandungannya,” sebut Mahyeldi.

Inovasi Sapi Bunting Duit dengan memberikan insentif bagi peternak ini diberikan kepada peternak yang kurang mampu. Program ini dimulai sejak 2017. Dimana di tahun pertama sebanyak 1.002 peternak mendapat insentif.

“Untuk tahun ini terjadi penurunan jumlah peternak yang mendapat insentif, semua akibat Covid-19,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat didampingi Kasi Penyebaran dan Pengembangan Peternakan, Mallyardi.(*)